0 komentar

BEBERAPA AKHLAK WANITA ISLAM

BEBERAPA AKHLAK WANITA ISLAM



Wanita Islam merupakan bagian dari masyarakat yang tidak dapat dipisah-kan dan mempunyai posisi yang sangat penting. Ia mempunyai kewajiban terhadap Allah, dirinya sendiri, keluarga, lingkungan dan terhadap Islam. Pada kali ini akan sedikit dibahas tentang kewajiban seorang muslimah terhadap dirinya sendiri, lingkungan dan Islam.


Kewajiban Terhadap Diri Sendiri


Kewajiban seorang muslimah terhadap dirinya adalah berhias dengan akhlaq yang mulia sebagai cermin dari keimanan yang ada di dalam dirinya.


Diantara akhlaq mulia yang harus dimiliki seorang muslimah adalah :


1. Hati yang lembut dan perasaan yang sensitif.


Rasulullah sebagai panutan bagi seluruh umat Islam terkenal mempunyai hati yang sangat lembut.


2. Jujur.


Sifat ini mutlak harus ada pada diri setiap muslimah. Jujur dalam bersikap sehari-hari, selalu berhati-hati dengan segala ucapannya agar lidahnya tidak tergelincir pada perkataan yang dusta.


3. Berani & mempunyai fisik yang kuat.


Bagaimana seorang muslimah yang berani dan kuat ? Asma binti Abu Bakar adalah salah seorang wanita yang dapat dijadikan contoh. Dimana dalam masa kehamilannya beliau berjalan melintasi padang pasir dan menaiki bukit terjal sambil membawa bekal bagi Rasulullah dan ayahnya Abu Bakar yang ketika itu bersembunyi di gua Tsaur. Sedang-kan keberanian dalam berpendapat dapat kita ambil contoh teguran Kaulah binti Sa’labah kepada Ummar bin Khattab yang pada masa kekhalifahannya hendak membatasi harga mahar.

0 komentar

Akhlak Dalam Menghadapi Godaan Wanita

Akhlak Dalam Menghadapi Godaan Wanita

Dari Usamah bin Zaid diriwayatkan bahwa ia berkata: “Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam pernah bersabda:
“Tidak pernah kutinggalkan sepeninggalku godaan yang lebih besar bagi kaum lelaki daripada wanita.” (Diriwayatkan oleh Al-Bukhari dan Muslim)
Dari Abu Said Al-Khudri diriwayatkan bahwa ia berkata: “Rasulullah Shallallahu’alaihiwasallam bersabda:
“Sesungguhnya dunia ini indah dan manis, dan sesungguhnya Allah telah menjadikan kamu sekalian sebagai khalifah lalu melihat apa yang akan kalian perbuat. Maka waspadailah dunia dan wanita. Sesungguhnya godaan dan bencana pertama yang menimpa Bani Israil adalah wanita.” (Diriwayatkan oleh Imam Muslim)
Dari Asy’ats bin Sulaim diriwayatkan bahwa ia berkata: “Aku pernah mendengar Raja bin Haiwah meriwayatkan dari Mu’adz bin Jabal bahwa beliau berkata: “Kalian semua telah diuji dengan cobaan yang berat, namun kalian tetap bersabar. Namun kalian nanti akan diuji dengan godaan yang menyenangkan. Dan godaan yang paling aku takutkan atas diri kalian adalah godaan wanita apabila mengenakan gelang-gelang emas, memakai pakaian dari Syam (sejenis kain sari) dan jubah dari Yaman. Meeka (wanita-wanita itu membebani suaminya yang fakir dengan sesuatu yang dia tidak mampu membelinya. (Shifatush Shafwah I:497)

2 komentar

Istri Shalihah Keutamaan dan Sifat-Sifatnya

Istri Shalihah Keutamaan dan Sifat-Sifatnya
penulis Al-Ustadzah Ummu Ishaq Zulfa Husein Al-Atsariyyah
Sakinah Mengayuh Biduk
Apa yg sering diangankan oleh kebanyakan laki2 tentang wanita yg bakal menjadi pendamping hidupnya? Cantik kaya punya kedudukan karir bagus dan baik pada suami. Inilah keinginan yg banyak muncul. Sebuah keinginan yg lbh tepat disebut angan-angan krn jarang ada wanita yg memiliki sifat demikian. Kebanyakan laki2 lbh memperhatikan penampilan dzahir sementara unsur akhlak dari wanita tersebut kurang diperhatikan. Padahal akhlak dari pasangan hidup itulah yg akan banyak berpengaruh terhadap kebahagiaan rumah tangganya.
Seorang muslim yg shalih ketika membangun mahligai rumah tangga mk yg menjadi dambaan dan cita-cita adl agar kehidupan rumah tangga kelak berjalan dgn baik dipenuhi mawaddah wa rahmah sarat dgn kebahagiaan ada saling ta‘awun saling memahami dan saling mengerti. Dia juga mendamba memiliki istri yg pandai memposisikan diri utk menjadi naungan ketenangan bagi suami dan tempat beristirahat dari ruwet kehidupan di luar. Ia berharap dari rumah tangga itu kelak akan lahir anak turunan yg shalih yg menjadi qurratu a‘yun baginya.
Demikian harapan demi harapan dirajut sambil meminta kepada Ar-Rabbul A‘la agar dimudahkan segala urusannya.
Namun tentu apa yg menjadi dambaan seorang muslim ini tdk akan terwujud dgn baik terkecuali bila wanita yg dipilih utk menemani hidup adl wanita shalihah. Karena hanya wanita shalihah yg dapat menjadi teman hidup yg sebenar dlm suka maupun lara yg akan membantu dan mendorong suami utk taat kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala. Ha dlm diri wanita shalihah tertanam aqidah tauhid akhlak yg mulia dan budi pekerti yg luhur. Dia akan berupaya ta‘awun dgn suami utk menjadikan rumah tangga bangunan yg kuat lagi kokoh guna menyiapkan generasi Islam yg diridhai Ar-Rahman.

3 komentar

Lynette Wehner: Mengajar di Sekolah Islam Mengantarnya ke Cahaya Islam


Lynette Wehner mengakui terjadi pergulatan batin ketika ia pertama kali mendapatkan tugas mengajar di sebuah sekolah Islam. Wehner lahir dari keluarga Amerika yang menganut agama Kristen Katolik. Kedua mertuanya mengingatkan agar Wehner tidak terpengaruh dengan ajaran Islam meski ia cuma menjadi tenaga pengajar paruh waktu di sekolah Islam itu.
"Yang penting, kamu tidak masuk Islam," begitu kata ayah mertuanya.
Selama dua hari Wehner merasa gelisah untuk mengambil keputusan apakah ia akan menerima tugas tersebut, apalagi pihak sekolah mewajibkannya mengenakan jilbab saat mengajar. Jilbab adalah sesuatu yang sangat asing baginya. Tapi akhirnya ia menerima pekerjaan mengajar di sekolah Islam itu dengan pertimbangan bahwa pengalaman mengajarnya yang pertama ini akan menjadi batu loncatan baginya kelak.
Hari pertama mengajar, seorang staf di sekolah Islam itu membantunya mengenakan jilbab di ruang guru. "Kami tertawa sambil mencoba berbagai gaya berjilbab," ujar Wehner yang mengaku pagi itu merasa sangat rileks berada di lingkungan muslim. Selama ini, Wehner selalu berpandangan bahwa orang-orang Islam tidak ramah dan selalu serius. Hari pertamanya di sekolah Islam membuat Wehner berbalik mempertanyakan, mengapa seseorang bisa sedemikian mudah membuat stereotipe terhadap orang lain tanpa mengenal lebih jauh orang yang bersangkutan.
"Saya belajar banyak hal di hari pertama mengajar. Saya terkesan dengan sikap para siswa, pengetahuan mereka tentang agama saya (Kristen) lebih baik dibandingkan pengetahuan yang saya miliki dan saya bertanya dalam hati, darimana mereka tahu semua itu," tutur Wehner.
"Murid-murid saya selalu menanyakan tentang ajaran agama saya dan itu membuat saya berpikir 'apa yang saya yakini?'" sambung Wehner.
Sejak kecil Wehner dididik dengan ajaran Katolik, tapi ketika dewasa ia meninggalkan ajaran agamanya itu. Wehner mengaku merasa tidak nyaman dengan ajaran Katolik dan merasa ada sesuatu yang salah. Ia lalu beralih ke aliran Kristen lainnya yang lebih modern, tapi aliran itu juga tidak memuaskan hatinya.

3 komentar

Syukur dan Selalu Bersyukur atas Ni'matnya!


Assalamu'alaikum ya ikhwah fillah! Shabahul khair! Kaifa Halukum???? Subhanallah, pagi ini menyapa dengan indahnya, senyuman mentari dengan hangatnya menyapa! Ya, itulah ni'matNya! Dia masih memberikan rahmat untuk kita sebagai ciptaanNYA! Fabiayyia laairabbikuma tukadziban??? "Maka Ni'mat Allah mana lagi yang kau dustakan?" Ya itu sungguh nikmat Allah itu maha luas sekali! Sehingga kalo kita sanggup menghitung jumlah pasir dan buih dilautan, maka itu belumlah seberapa!
وَإِن تَعُدُّواْ نِعْمَةَ اللّهِ لاَ تُحْصُوهَا إِنَّ اللّهَ لَغَفُورٌ رَّحِيمٌ
"Dan jika kamu menghitung-hitung nikmat Allah, niscaya kamu tidak dapat menentukan jumlahnya. Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Pengampun lagi Maha Penyayang." (Q.s. an-Nahl: 18).
Yang diberikan Allah kepada kita hanyalah secuilnya saja, dan itupun telah membuat kita puas! Tapi kenapa masih ada juga yang tidak mau mensyukuri Ni'matNya??? Ya,, itulah manusia, yang tidak pernah merasa puas akan ni'mat yang telah Allah berikan kepadanya! Padahal dia adalah seorang yang beriman kepada Allah! Firman Allah SWT :

ثُمَّ لَآتِيَنَّهُم مِّن بَيْنِ أَيْدِيهِمْ وَمِنْ خَلْفِهِمْ وَعَنْ أَيْمَانِهِمْ وَعَن شَمَائِلِهِمْ وَلاَ تَجِدُ أَكْثَرَهُمْ شَاكِرِينَ.
قَالَ اخْرُجْ مِنْهَا مَذْؤُومًا مَّدْحُورًا لَّمَن تَبِعَكَ مِنْهُمْ لَأَمْلَأَنَّ جَهَنَّمَ مِنكُمْ أَجْمَعِينَ.

"Kemudian saya akan mendatangi mereka dari muka dan dari belakang mereka, dari kanan dan dari kiri mereka. Dan Engkau tidak akan mendapati kebanyakan mereka bersyukur. Allah berfirman, 'Keluarlah kamu dari surga itu sebagai orang terhina lagi terusir. Sesungguhnya barangsiapa di antara mereka mengikuti kamu, benar-benar Aku akan mengisi neraka Jahanam dengan kamu semuanya'." (Q.s. al-A'raf: 17-8).
Sekarang, mari tanamkan pada diri kita untuk selalu bersyukur akan nikmat yang diberikan Allah kepada kita! Dalam Al Quran Surah Alfatihah ayat 2 yang berbunyi
الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ

Segala Puji Bagi Allah, Rabb semesta Alam!