2 komentar

Untukmu ya Ukhti Yang Menunggu Kedatangan Ku!

Bismillah,,,,,,


Ukhti....

Jikalau tiba saatnya bertemu...

bersabarlah dikau dengan kekuranganku....

bersabarlah dikau dengan apa yang tampak sekilas....

sesungguhnya aku ini hanyalah seseorang anak adam yang biasa-biasa saja....

yang biasa dipandang sebelah mata....



Ukhti....

Jika Allah memang memilihku tuk mendampingimu....

Kumohon....

Hendaklah dikau selalu mengingatkan diriku ini yang lemah ini....

Yang mungkin menelantarkan hak-hakmu....

Yang mungkin lupa diri dan tak tau diri....

Yang mungkin lupa akan kewajibanku ini....



Ukhti....Terimalah salamku ini....

Jagalah dirimu dengan sebaik-baiknya ukhti....

Berimanlah pada Allah swt....

dan bertakwalah pada Allah....

Patuhilah Allah dan Rasulnya....

Jangan terbawa oleh arus musuh-musuh Islam ukhti....


0 komentar

Cara menjadi Istri Sholeha : Hindari 6 Sifat ini... (Bacalah...Bagikanlah)

Cara menjadi Istri Sholeha : Hindari 6 Sifat ini... (Bacalah...Bagikanlah)

oleh KIS (Komunitas Istri Sholehah) pada 30 September 2010 jam 12:33
 
 1. Al -Anaanah: banyak keluh kesah. Yg selalu merasa tak cukup, apa yg diberi semua tak cukup. diberi rumah tak cukup, diberi motor tak cukup, diberi mobil tak cukup, dll. Tak redha dg pembelaan dan aturan yg diberi suami. Asyik ingin memenuhi kehendak nafsu dia saja, tanpa memperhatikan perasaan suami, tak hormat kepada suami apalagi berterima kasih pada suami. Bukannya hendak menolong suami, apa yg suami beri pun tak pernah puas. Ada saja yg tak cukup.

2. Al-Manaanah: suka mengungkit. Kalau suami melakukan hal yg dia tak berkenan maka diungkitlah segala hal tentang suaminya itu. sangat senang hendak membicarakan suami: tak ingat budi, tak bertanggungjawab, tak sayang dan macam-macam. Padahal suami sudah memberi perlindungan macam2 padanya.

3. Al -Hunaanah:
ingin pada suami yg lain atau berkenan kpd lelaki yg lain. sangat suka membanding-bandingkan suaminya dg suami/lelaki lain. Tak redha dg suami yg ada.

0 komentar

Jangan Biarkan Amalan Berlalu Sia-Sia


Jangan Biarkan Amalan Berlalu Sia-Sia


Salah satu tujuan utama dalam beramal adalah mendapat pahala dari Allah ta’alla, lantas bagaimana jika amalan yang sangat diharapkan sebagai tabungan diakherat ternyata ‘kopong’ alias sia-sia dan tak tertulis sabagai amalan?
Bagaimana mungkin amalan akan diterima tatkala kita tidak mengetahui cara agar amalan bisa diterima dan mendapat ridho dari Allah? Apalagi jika barometer kesuksesan dalam beramal tatkala mendapat pujian belaka. Tak dapat diragukan lagi walaupun lisan ini mengatakan ‘Aku ikhlas’ namun ikhlas tak semudah hanya ucapan saja dan malahan perlu dicek lagi arti keikhlasannya. Baiklah marilah kita berusaha mengetahui kaidah-kaidah dalam beramal agar amalan kita tidak sia-sia. Dan ingatlah tak ada satu detik waktupun menjadi sia-sia dan berakhir penyesalan jika segera diikuti dengan taubat dan membenahi cara beramal dengan benar.
Amalan tidak lepas dari 2 hal yaitu ikhlas dan ittiba’.
  1. Ikhlas adalah niat dalam beramal, dan ikhlas merupakan ruh bagi amalan. Dalilnya, “Sesungguhnya amal-amal itu tergantung dengan niat dan sesungguhnya setiap orang itu mendapatkan balasan sesuai dengan yang diniatkannya.” (Muttafaqun’alaihi)
  2. Yang kedua adalah ittiba’. Iittiba’ adalah amalan hendaknya dilakukan sesuai dengan yang dicontohkan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Dan ittiba’ ini laksana jiwa bagi amalan. Allah ta’ala berfirman, “Kataknlah, jika kamu (benar-benar) mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu. Allah maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (Qs. Ali Imran:31)

0 komentar

Islam: The Perfect Religion and Best Way of Life for All

By Dr. Norlain Dindang Mababaya  
 It is a must that we strive to know Islam. Allâh’s  Messenger (sallallâhu  ‘alayhi wasallam, meaning: May the peace and blessings of Allah be upon him)  to the whole mankind encourages us to acquire knowledge of Islam in order to comprehend it.  He  says in the following authentic Ahâdith:
Abu Hurairah   (radhiallâhu anhu, meaning: May Allah be pleased with him) narrated that... the Prophet  (sallallâhu  ‘alayhi wasallam) said, “Those who were the best in the pre-lslamic period of ignorance will be the best in Islam provided they comprehend the religious knowledge.”   (Bukhâri 4/572 and Muslim)
 ‘Abdur Rahmân ibn Abi Bakrah  (radhiallâhu anhu) narrated on the authority of his father that the Prophet  (sallallâhu  ‘alayhi wasallam) said, “If Allâh wants to do good to a person, he makes him comprehend the religion; and of course knowledge is attained by learning.” (Bukhâri 1/67)
 Mu‘awiyah ibn Abi Sufyân narrated that Allâh’s  Messenger  said, “Goodness is a (natural) habit while the evil is a stubbornness. To whomsoever Allâh wills to show goodness, He favors him with the understanding in the Religion.” (Ibn Mâjah, 1/221) 
When we study Islam or at least read the Qur’an and the authentic Ahâdith we learn that Islam is easy, complete and the perfect religion as well as way of life for the whole mankind.  We read in the Qur’an and the Ahâdith the following unique features of Islam:

4 komentar

Isyhadu Bi Ana Muslimin,, Sebuah renungan dari perpecahan yang terjadi di Indonesia saat ini!

Bismillahirrahmanirrahim….
Ketika aku menyebut diriku PKS
yang lain akan menuduhku sebagai pro demokrasi. Walau sebenarnya bukan itu tujuanku…
Atau ketika aku bicara bahwa aku HTI
yang lain akan bilang aku tidak mengimani adzab kubur, turunnya al mahdi, bahkan tidak mengambil hadits ahad, padahal aku bukan seperti itu.
Dan ketika aku mengaku Jama’ah Tabligh
oh no!! yang lain mencibirku karena aku meningalkan anak istriku sendirian, padahal tujuanku dakwah.
Ketika aku mengklaim diriku SALAFY
yang lain berteriak…”JANGAN SUKA MEMBID’AH-BID’AHKAN ORANG LAIN!!!!” padahal aku thau mana benar dan mana salah. Aku hanya ingin membetulkan.
Aku memutuskan…
Untuk berhenti sejenak…
Menertawakan mereka yang merasa benar dengan jalannya masing-masing
berfikir sejenak, mengapa ini bisa terjadi ? Bahkan disini! tidak ada lagi Ukhuwah Islamiyah! Yang ada hanya ukhuwah PKS-iyah, ukhuwah HTI-iyah, Ukhuwah Salafy-iyah, Ukhuwah JT-iyah dan semua Ukhuwah Ashobiyah lainnya yang jelas-jelas merupakan PERPECAHAN…
Semua perdebatan yang katanya mencari “PENCERAHAN”
Bisakah dirasakan “PENCERAHAN” nya ?
Saya sama sekali tidak bisa merasakanya….Bagaimana dengan anda?
Aku malu pada Rasulullah saw, karena aku sendiri tidak berdaya…
Aku seorang MUSLIM. Ya, seorang MUSLIM
Seorang mutarobby yang fikrohnya dipupuk oleh tarbiyah, tapi aku bukan PKS…
Dan mencoba mencontoh apa yang dilakukan salafusshalih, tapi aku bukan SALAFY…
Dengan kegemilangan islam dan khilafah sebagai tujuan, aku bukan HTI…
Dan aku tahu…
Dimana aku berpijak…
Di situ ladang dakwahku….
Tanpa harus menjelek-jelekkan orang lain….
Karena aku seorang MUSLIM….
Astaghfirullahal adzim…
Astaghfirullahal adzim…
astaghfirullahal adzim…

Yuk Saudara & sahabat! Kita berjalan beriringan. dalam kendaraan masing dengan tertib.

Saling salip boleh namun tidak saling senggol karena kita menuju ke arah yang sama.
__________________
Nothing's gonna hurt as long as we're both living for the same dream