0 komentar

MATA PENCAHARIAN YANG PALING AFDHOL

عن رفاعة بن رافع رضي الله عنه أن النبي صلى الله عليه وسلم سئل أي الكسب أطيب؟ قال: يا قال : عمل الرجل بيده وكل بيع مبرور ،رواه البزار وصححه الحاكم
Dari Rifa’ah bin Rafi’ radhiyallahu 'anhu, bahwa Nabi shallallahu 'alaihi wasallam ditanya:”Apakah pekerjaan yang paling baik/afdhol?” Beliau menjawab:”Pekerjaan seorang laki-laki dengan tangannya sendiri (hasil jerih payah sendiri), dan setiap jual beli yang mabrur. (Hadits riwayat al-Bazzar dan dishahihkan oleh al-Hakim rahimahumallah)
Takhrij Hadits:
Hadits ini shahih dengan banyaknya jalur periwayatannya. Ibnu Hajar al-‘Asqalani rahimahullah berkata:”Diriwayatkan oleh al-Bazzar dan dishahihkan oleh al-Hakim”, beliau berkata di dalam kitab beliau at-Talkhish:”Diriwayatkan oleh al-Hakim dan ath-Thabrani, dan di dalam bab ini ada hadits juga dari Ali bin Abi Thalib, Ibnu ‘Umar radhiyallahu'anhum. Hal itu disebutkan oleh Abi Hatim rahimahullah. Ath-Thabrani mengeluarkan (meriwayatkan) di dalam kitab al-Ausath hadits dari Ibnu ‘Umar radhiyallahu'anhuma, dan para perawinya La Ba’sa (tidak ada masalah)
Disebutkan di dalam kitab Bulughul Amani:”Diriwayatkan oleh Imam Ahmad rahimahullah dan dikeluarkan oleh as-Suyuthi di dalam Jami’us Shaghir, dan diriwayatkan oleh al-Baihaqi secara Mursal, dan dia berkata:’Inilah yang mahfuzh Wallahu A’lam”.

0 komentar

SALAH SATU TANDA BAIKNYA ISLAM SESEORANG

عن أبي هريرة -رضي الله عنه- عن النبي -صلى الله عليه وسلم- قال: مِن حُسْنِ إسلام المرء تركه ما لا يَعنيه حديث حسن، رواه الترمذي وغيره هكذا.
Dari Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu, dari Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam beliau bersabda:”Salah satu tanda kebaikan Islam seseorang adalah meninggalkan sesuatu yang tidak berguna.”(Diriwayatkan oleh At-Tirmidzi dan yang lainnya seperti ini)
Takhrij hadits
Shahih lighairihi, yang diriwayatkan oleh at-Tirmidzi (2419) dan Ibnu Majah (3976) melalui jalan al-Auza’i, dari Qurrah bin ‘Abdirrahman bin Huyau-il, dari az-Zuhri, dari Abu Salamah radhiyallahu 'anhu.
Sanad ini hasan dan rijalnya (periwayat) pun tsiqah, kecuali Qurrah bin ‘Abdirrahman bin Huyau-il, karena dia adalah seorang shaduq yang meriwayatkan beberapa hadits munkar. Ia mempunyai syagid (penguat) dari hadits ‘Ali bin al-Husain bin ‘Ali secara nursal yang diriwayatkan oleh Imam Malik (II/903) dan dari jalan ini yang juga diriwayatkan oleh at-Tirmidzi (2420). Secara menyeluruh dapat dikatakan, bahwa hadits tersebut shahih ligahairihi.

0 komentar

KETIKA MUSIBAH DAN KESEDIHAN MENERPA

Kepada semua orang yang hatinya dipenuhi dengan kesedihan dan kegundahan, sesungguhnya salah satu sifat dunia ini wahai saudara tercinta dan saudara yang mulia adalah bahwasanya dia adalah tempat ujian, kesusahan, kegundahan, kesengsaraan dan musibah kecuali bagi orang-orang yang dimudahkan oleh Allah Subhanahu wa Ta'ala untuk melaluinya. Dan ini adalah salah satu perbedaan antara dunia dengan Surga. Bukankah Allah Subhanahu wa Ta'ala telah berfirman:

(( لقد خلقنا الإنسان في كبد ))
”Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia berada dalam susah payah.”(QS. Al-Balad: 4)
Dan bukankah Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman:

(( ولنبلونكم بشئ من الخوف والجوع ونقص من الأموال والأنفس والثمرات وبشر الصابرين)) ..
”Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar.”(QS. Al-Baqarah: 155)
Bukankah manusia-manusia terbaik yaitu para Nabi dan Rasul 'alaihimussalam seluruhnya, dan bahkan Nabi dan Rasul terbaik, pemimpin manusia yaitu Nabi dan kekasih kita, Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam juga mengalami cobaan-cobaan dan kesedihan-kesedihan…? lihat dan bacalah sirah (perjalanan) beliau shallallahu 'alaihi wasallam dan sirah seluruh para Nabi dan Rasul 'alaihimussalam, maka akan jelas bagi hakekat ini!!!

0 komentar

ISTIQOMAH SEBAGAI SEBUAH JALAN HIDUP

Pengertian Istiqomah
Istiqomah adalah berpegang teguh dengan agama dan kokoh (tegar dan tidak goyah) di atasnya.
Ibnu Rajab al-Hanbali di dalam bukunya “Jami’ul Ulum wal Hikam” mengatakan:”Istiqomah adalah penempuhan jalan yang lurus, yaitu agama yang lurus, tanpa adanya pembengkokan ke kanan maupun ke kiri. Dan hal itu mencakup ketaatan secara keseluruhan, baik lahir maupun bathin, serta meninggalkan segala bentuk larangan.
Hukum Istiqomah
Allah Subhanahu wa Ta'ala memerintahkan Nabi-Nya (Muhammad) shallallahu 'alaihi wasallam dan para pengikut beliau untuk beristiqomah baik dalam aqidah, syari’at, pedoman hidup, maupun dalam manhaj. Dan supaya mereka menjauhi sikap berlebih-lebihan dan supaya mereka menghindari hawa nafsu para wali-wali syaitan. Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman:
{ فَاسْتَقِمْ كَمَا أُمِرْتَ وَمَن تَابَ مَعَكَ وَلاَ تَطْغَوْاْ إِنَّهُ بِمَا تَعْمَلُونَ بَصِيرٌ } [ سورة هود :112] .
”Maka tetaplah kamu pada jalan yang benar, sebagaimana diperintahkan kepadamu dan (juga) orang yang telah taubat beserta kamu dan janganlah kamu melampui batas. Sesungguhnya Dia Maha Melihat apa yang kamu kerjakan.” (QS. Huud:112)

0 komentar

MENDULANG FAIDAH DARI HADITS JANGAN MARAH

Laa Taghdab
Dari Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu bahwasanya salah seorang laki-laki berkata kepada Nabi shallallahu 'alaihi wasallam:

أوصنى قال : لا تغضب فردد مراراً قال لا تغضب .رواه البخارى
' Berilah wasiat kepadaku.' Nabi bersabda:'Jangan marah.'Maka beliau mengulang-ulang:'Jangan marah'"(HR. al-Bukhari rahimahullah)

Makna hadits
Sabda beliau:(لا تغضب ) maknanya adalah: jangan engkau realisasikan kemarahanmu, dan larangan tersebut bukan kembali kepada sifat marah itu sendiri, karena sifat marah adalah tabiat manusia dan tidak mungkin bagi manusia untuk untuk menolak sifat itu.
Dalam hadits yang lain:
جاء رجل إلى النبى ( صلى الله عليه وسلم ) فقال : يارسول الله : علمنى علماً يقربنى من الجنة ويبعدنى عن النار قال : لا تغضب ولك الجنة
seorang laki-laki pernah mendatangi Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam lalu berkata:'Wahai Rasulullah ajarkan kepadaku suatu ilmu yang mendekatkan aku ke Surga dan menjauhkan aku dari Neraka.'Beliau shallallahu 'alaihi wasallam menjawab:'Jangan marah dan bagimu Surga.