Oleh : Al Ustadz Abu Khaulah Zainal Abidin
وَمَا أَنَا مِنَ الْمُشْرِكِينَ
(Artinya: Katakanlah: “Inilah jalanku. Aku dan orang-orang yang mengikutiku menyeru kepada ALLAH dengan keterangan yang nyata. Maha Suci ALLAH dan aku tidak termasuk orang-orang yang musyrik.”) (Yusuf: 108)
Inilah jalanku…Ya, satu lagi perintah ALLAH Subhaanahu wa ta’alaa yang wajib kutunaikan, mengikuti cara Sang Kekasih ALLAH di dalam berda’wah. Jalan yang juga ditempuh oleh orang-orang yang pertama-tama beriman, yang ALLAH Subhaanahu wa ta’alaa pilih untuk hidup menyertai kekasih-Nya -Shallallahu alaihi wa sallam-., yakni jalannya para Shahabat -radhiallahu anhum-. Sedangkan siapa saja yang mengkhianati Ar-Rasul, berpaling, dan menempuh selain jalan mereka ini, akan ALLAH abaikan ke mana saja ia mau melangkah -tanpa mereka sadari-:
سَنَسْتَدْرِجُهُمْ مِنْ حَيْثُ لا يَعْلَمُونَ
(Artinya: “…akan kami tarik berangsur-angsur mereka (-kepada kebinasaan-) dari arah yang tak mereka ketahui.”) (Al Qalam: 44)